Tuesday, September 7, 2021

Cerita Pendek Siswa MTs. Nurul Hikmah

Catatanku Kala Senja 

by: Nurul Inayah


       Hari ini sekolah diliburkan karena corona,pertama libur saya sangat seneng,saya dirumah bermain hp, nonton tv,dan bersenang senang dengan keluarga dirumah. Setelah di rumah saya keluar untuk bermain bersama teman disebelah rumah saya, saya dan teman ku bermain badminton. Saya sangat bergembira saat bermain dengan temanku saya setelah bermain pulang, setelah sudah sampai dirumah saya disuruh ibu untuk menjaga adik, setelah disuruh menjaga adik, sekarang sudah lewat jam 15.50 saya pun bergegas mengambil air wudhu dan shalat ashar, sesudah shalat ashar saya disuruh ibu untuk bermain dengan adikku, hari pun mulai gelap saya, adik dan ibu saya pergi masuk rumah Adzan pun mulai bergema sayapun pergi mengambil air wudhu untuk shalat maghrib, saya mengajak ibu, ayah, kakak shalat berjama'ah di rumah,selesa shalat saya mengaji dirumah bersama kakak, setelah mengaji saya menonton TV dengan kakakku, sudah hampir mau jam 00.00 saya pun sudah pergi ke kamar dan tidur.
        Keesokan harinya, saya bangun tidur setelah itu saya merapikan kasur dan menyapu semua lantai sesudah menyapu saya mengambil pakaian kotor dan mencucinya. Setelah mencuci baju saya, sambil menunggu baju kering saya mengambil ponsel.saya pergi keluar untuk bertemu dengan teman-teman saya, dan saya mengajak mereka jalan-jalan dan akhirnya mereka mau saya dan teman-teman pun pergi jalan-jalan, sesuah jalan-jalan saya dan teman-teman menonton film dilaptopku. Kami sangat senang sampai berteriak-terika. Sesudah itu kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing sampai di rumah saya pergi mengambil piring untuk makan, tiba-tiba saya tersedak dan saya lari mengambil minun dan meminumnya dan akhirnya sudah lega tidak tersedak lagi. Setelah makan saya tidur siang dan sudah tidur siang saya pergi keluar untuk mencari angin. Sesudah diluar aku pun masuk ke rumah bergegas untuk mandi,setelah mandi siap-siap untuk shalat ashar, setelah shalat ashar saya mengaji dan menunggu adzan maghrib, adzan maghrib phn bergema saya dan keluarga ku bersiap-siap untuk shalat maghrib berjama'ah, sesudah shalat berjama'ah saya makan bersama keluarga,setelah itu saya menonton TV dan main hp sampai larut malam, dan saya pergi ke kamar untuk mendengarkan musik lama kelamaan saya mulai mengantuk saya matikan lampu dan tidur.                                     Deringan alarm telam membangunkanku, aku pun mandi kemudian shalat shubuh. Lalu aku sarapan kemudian berangkat sekolah. Aku sangat bersemangat untuk sekolah, padahal berita tentang virus corona telah menyebar ke seluruh Tanah Air bahkan dunia. Aku berharap daerahku tidak terdampak virus corona, tapi ternyata saat aku sekolah ada pengumuman bahwa sekolah diliburkan selama 2 minggu dan murid-murid harus belakar dari rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona ini, tapi ternyata belajar dirumah diperpanjang waktu yang belum ditentukan. Selama dirumah, aku belajar lewat online dan membantu pekerjaan orang tuaku, seperti menyapu, mencuci piring, mencuci baju, membereskan rumah dan lain-lain. Dirumah aku mengaji dan murojaah hafalanku. Aku mempunyai adik,selama dirumah aku juga membantu orang tua ku menjaga adikku. Adikku berumur 13 bulan, perempuan. Adikku sangat menggemaskan walaupun terkadang mengjengkelkan kadang juga bertingkah lucu sampai membuat siapapun yang melihatnya ikut tertawa. Saat aku sedang menyapu halaman rumah, adikku juga ikut menyapu halaman rumah,adikku juga ikut menyapu dengan sapu kecilnya walaupun belum bisa menyapu. Bulan Ramadhan telah tiba,tapi virus corona tak kunjung pergi, hasil ulangan kenaikan kelas dilakukan secara online. 
        Aku pun mengikuti ulangan online selama 1 minggu. Setelah ulangan online itu, pembagian raport alhamdulillah aku naik kelas 9. Setelah pembagian raport, belajar online diliburkan selama beberapa minggu.

Monday, November 18, 2019


PROGRAM PEMBIASAAN di MTs. NURUL HIKMAH


Kegiatan Pembiasaan di sekolah sebagai Pendukung Pendidikan Karakter Pendidikan Nasional Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Tujuan pendidikan adalah suatu faktor yang sangat penting di dalam pendidikan, karena tujuan merupakan arah yang hendak dicapai atau yang hendak di tuju oleh pendidikan.Begitu juga dengan penyelenggaraan pendidikan yang tidak dapat dilepaskan dari sebuah tujuan yang hendak dicapainya. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan pendidikan yang di alami bangsa Indonesia. Fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional dituangkan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 3 yang berbunyi :“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab” Pendidikan Karakter Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education)  dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter. Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan. 
Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal. Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan,  metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.

Kegiatan pembiasaan di sekolah pengembangan karakter peserta didik dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang, baik dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Hal tersebut juga akan menghasilkan suatu kompetensi. Pengembangan karakter melalui pembiasaan ini dapat dilakukan secara terjadwal atau tidak terjadwal baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan pembiasaan di sekolah terdiri atas Kegiatan Rutin, Spontan, Terprogram dan Keteladanan.
1.    Kegiatan Rutin
Kegiatan rutin adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler dan terus menerus di sekolah. Tujuannya untuk membiasakan siswa melakukan sesuatu dengan baik. Kegiatan pembiasaan yang termasuk kegiatan rutin adalah sebagai berikut :
a.    Berdoa sebelum memulai kegiatan Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik berdoa sebelum memulia segala aktifitas. Kegiatan dilaksanakan setiap pagi secara terpusat dari ruang informasi dimana pada setiap pagi dengan petugas yang terjadwal
b.    Membaca Asmaul Husna Kegiatan ini bertujuan membiasakan peserta didik untuk berdzikir, mengingat nama – nama Allah. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpusat dari ruang insformasi dengan petugas yang terjadwal.
c.    Hormat Bendera Merah Putih Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan bangga sebagai bangsa pada peserta didik. Bendera Merah Putih telah dipasang di masing – masing kelas dan aba – aba dipimpin oleh petugas yang terjadwal.
d.    Sholat Ashar Berjamaah
e.    Berdoa di akhir pelajaran
h.    Infaq Siswa
i.    Kebersihan Kelas
2.    Kegiatan Spontan
Kegiatan spontan adalah kegiatan yang dapat dilakukan tanpa dibatasi oleh waktu, tempat dan ruang. Hal ini bertujuan memberikan pendidikan secara spontan, terutama dalam membiasakan bersikap sopan santun, dan sikap terpuji lainnya. Contoh:
a.    Membiasakan mengucapkan salam dan bersalaman kepada guru, karyawan dan sesama siswa.
b.    Membiasakan bersikap sopan santun
c.  Membiasakan membuang sampah pada tempatnya
d.    Membiasakan antre
e.    Membiasakan menghargai pendapat orang lain
f.    Membiasakan minta izin masuk/keluar kelas atau ruangan
g.  Membiasakan menolong atau membantu orang lain
h.    Membiasakan menyalurkan aspirasi melalui media yang ada di sekolah, seperti Majalah Dinding dan Kotak Curhat BK.
i.    Membiasakan konsultasi kepada guru pembimbing dan atau guru lain sesuai kebutuhan.
3.    Kegiatan Terprogram
Kegiatan Terprogram ialah kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan kalender pendidikan atau jadwal yang telah ditetapkan. Membiasakan kegiatan ini artinya membiasakan siswa dan personil sekolah aktif dalam melaksanakan kegiatan sekolah sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing. Contoh :
a.    Kegiatan Class Meeting
b.    Kegiatan memperingati hari-hari besar nasional dan keagamaan
c.   Kegiatan Karyawisata
d.  Kegiatan PORSENI
e.    Kegiatan Pentas Seni Akhir Tahun (PESAT)
4.    Kegiatan Keteladanan
Kegiatan Keteladanan, yaitu kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari yang dapat dijadikan contoh (idola) Contoh:
a.    Membiasakan berpakaian rapi
b.  Mebiasakan datang tepat waktu
c.   Membiasakan berbahasa dengan baik
d.    Membiasakan rajin membaca
e.    Membiasakan bersikap ramah

Berikut ini beberapa contoh pelaksanaan pembiasaan melalui penanaman nilai-nilai di MTs. Nurul Hikmah:

I. MATSAMAsebagai  awal pendidikan karakter dan pembiasaan peserta didik baru

Mengawali kegiatan tahun pelajaran 2019/2020 sebagaimana madrasah/sekolah melaksanakan kegiatan peserta didik baru dengan orientasi untuk mengenalkan peserta didik baru terhadap lingkungan belajar dan program madrasah/sekolah yang akan dilaksanakan baik program akademik maupun non akademik.
MATSAMA (Masa Ta'aruf Siswa Madrasah) adalah kegiatan yang sejenis dengan MOS (Masa Orientasi Siswa) yang dilaksanakan di sekolah. MATSAMA di MTs. Nurul Hikmah Surabaya dilaksanakan mulai 15 s.d 17 Juli 2018 dari pukul 06.30 wib s.d 11.30 WIB.
Materi kegiatan meliputi : pengenalan pembiasaan, tatatertib dan tatakrama siswa, tokoh motivator, dan sosialisasi bahaya narkoba.
Gambar 1.1 Figur CAK dan NING sebagai motivator siswa dalam MATSAMA
              Sosialisasi akan bahaya narkoba disampaikan oleh petugas kepolisian dari Polsek Kenjeran. Maksud dan tujuannya agar sejak dini siswa mengetahui bahaya mengkonsumsi narkoba, sehinga siswa akan dapat terhindar dan berusaha menghindarkan diri dari narkoba dan sejenisnya.
        Santunan Anak Yatim setiap 10 Muharram merupakan pembiasaan kegiatan sosial yang dilakukan sejak dini agar para siswa terbentuk karakter sosial yang tinggi. Pemberian santunan juga sebagai ikhtiar meningkatkan keshalehan sosial di lingkungan sekolah, mengingat dana bantuan santunan berasal dari lembaga sendiri melalui sumbangan para guru, karyawan dan siswa.

Gambar 1.2 Shalat Ashar Berjamaah dilaksanakan sebelum jam istirahat (15.00 – 15.25) setiap hari untuk kelas VIII sedangkan siswi yang berhalangan untuh shalat bertugas merapikan sandal wudlu dan mengepel lantai. Adapun imamnya adalah Hasuk, S.Pd. dan Moch. Chilmi, S.Pdi.
Kemudian selain itu ada juga pembiasaan lain di MTs. Nurul Hikmah Surabaya  meliputi : kegiatan 5 S (Salam, Salim, Senyum, Sapa, dan Santun), kegiatan pembacaan Asmaul Husna sebelum proses KBM, dan Khotmil Qur’an. 




Cerita Pendek Siswa MTs. Nurul Hikmah

Catatanku Kala Senja  by: Nurul Inayah         Hari ini sekolah diliburkan karena corona,pertama libur saya sangat seneng,saya dirumah berma...